Jumat, 18 Maret 2011

IP Routing, Subnetting jaringan komputer


RESUME JARKOM

1.       Semisal terdapat 2 office,yang pertama 0 dan selanjutnya 128
·         Jika yang pertam a IP address 206.2.172.0
Maka subnet masknya =  255. 255.255.0
Dimana 255.255.255 sebagai networknya daan 0 sebagai hostnya.
·         Untuk yang ke 2,dimulai dari 128,maka
IP address 206.2.172.5
Subnet mask 255.255.255.128

Jika kita perhatikan maka subnetnya adalah : 11111111.11111111.11111111.10000000
Membutuhkan 2 subnet dan 128 bit
2.       Jika terdapat 4 office dimulai dari 0, 64, 128, 192
Maka :
·         Bit yang diperlukan 192 dari perhitungan 128+64
·         Blok size =64
·         -  Subnet untuk  0=0
- untuk 64 =64
- untuk 128 =128
-  untuk 192=192

IP ROUTING
*      Host A ingin di konfigurasikan dengan host B,dengan media 2 HUB dan 2 Router,ada berapa langkah yang harus di lalui :
1.       Bagaimana mengkomuniksikan host B dengan lokal subnet dengan IP 192.168.2.0
2.       Mengecek apakah sudah sesuai apa belum,untuk host B
3.       Router A dengan subnet 192.168.2.0,router A dan B dikonfigurasikan untuk CIGRP routing
4.       Router b ungtuk subnet 192.168.2.0 telah terkoneksi
TROUBLESHOOTING
*      Mengerti bagaimana cara melakukan routing
*      Mengkoneksikan IP
*      Melihat daftar routingnya
*      Menggunakan ping
*      Mengecek,apakah kita dapat mengakses lokal atau mengkoneksikannya

Perbedaan Routed protocol dengan routing
Routed protokok : IP
Routing : RIP,OSPF,EIGRP

STATIC ROUTED DAN DINAMIC
*      Simple
*      Tidak menyediakan routing optimal dan konfigurasinya cepat
*      Tidak Direkomendasikan
DINAMIC
*      Lebih komplek
*      Menyediakann routing optimal ,konfigurasi dinamic cepat
*      Direkomendasikan
*      Contoh : RIP,OSPF,ERGIP

CLASS 
*      Diikuti binari bitdari klas A,B,dan C
*      Routing protokol : RIP,EIGRP
Contoh : 10.10.100.0/24 untuk klas A
*      Mengikuti apa yang digunakan untuk subnet mask,untuk mengetahui segmen jaringannya
*      Routing protokol : OSPF,EIGRP
HARDWARE
*       Cisco ISR 800 series
*      Cisco ISR 1800 series
*      Cisco ISR 2800 series
*      Cisco ISR 3800 series
*      Cisco ASR 1000 series
*      Cisco 7200,7300,7400,7600 series
*      Catelyst 4500 series
*      Catelyst 6500 series

SHOW COMMAND
*      IP route
*      Protokol
*      Interface
*      Topologi EIGRP
*      Database OSPF
*      IP BGP

RIP
Tipe Routing : distance vector
Algoritma : bellman ford
Matrik : HOPS
HOPS limit : 15 hops
Update : mengiringi semua daftar tabel setiap 30 detik
Routing table : N/A

OSPF
Routing type : link static
AlgoRITMA : spf,DIJKSTRA
Matrik : cost
Hops limit : N/A
Update : mengirim update ketika kita merubahnya
Routing table : database table
Administratif distance : 110

EIGRP
Routing tipe : hybrid,class
Algoritma : dual
Matrik : composite matrik (bandwidth,delay load)
Hop limit : N/A
Update : mengirim ketika kita merubahnya
administ ratif distance :90,170 (external)

BGP
Routing tipe :patch vektor
Matrik : atribut
Admiistrativ distance :ebgp 20,ibgp 200
Other : sync,asn












                               

Tidak ada komentar: