LAPORAN PENELITIAN
SISTEM JARINGAN KOMPUTER
LABORATORIUM KOMPUTER D.2.I
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG
![]() |
Disusun oleh :
DHINAR MAULIA FARDZANI A12.2007.02475
KRISTINA ELYANI YUNITA A12.2007.02873
AKHMAD MUHAJIR A12.2007.02572
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI – S1
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
SEMARANG
2010
1. PENDAHULUAN
Perkembangan jaringan komputer ini juga turut memudahkan pemakai dalam melakukan pertukaran data (sharing data) dan juga menghemat penggunaan peralatan-peralatan pembantu misalnya printer, scanner, CD ROM eksternal dan peralatan lainnya. Karena peralatan tersebut tidak selalu digunakan oleh setiap pemakai, akan lebih ekonomis bila memakai satu peralatan tersebut (printer, scanner, dll) untuk bersama-sama. Peralatan tersebut dapat dihubungkan langsung pada workstation atau server.
Jaringan komputer membantu mendistribusikan data dan informasi secara efektif dan efisien. Sistem penyimpanan data terpusat yang dikelola dengan baik memungkinkan banyak pengguna mengakses data dari berbagai lokasi yang berbeda, dan membatasi akses ke data sewaktu sedang diproses.
Jaringan komputer juga memungkinkan kelompok kerja berkomunikasi dengan lebih efisien. Yaitu dengan file sharing dan printer sharing. Dengan adanya printer sharing penggunaan printer dapat diminimalkan. Karena dengan satu printer dapat mencetak dokumen walaupun di komputer yang berbeda.
Dalam komputasi, file server adalah sebuah komputer yang terpasang pada jaringan yang memiliki tujuan utama untuk menyediakan lokasi akses disk bersama , yaitu penyimpanan bersama file komputer (seperti dokumen, file suara, foto, film, gambar, database, dll ) yang dapat diakses oleh workstation yang melekat pada jaringan computer
Istilah server menyoroti peran mesin dalam client-server skema, di mana klien workstation menggunakan penyimpanan. Sebuah file server biasanya perhitungan tidak melakukan sesuatu, dan tidak menjalankan program atas nama klien. Hal ini dirancang terutama untuk memungkinkan penyimpanan cepat dan pengambilan data di mana perhitungan berat ini disediakan oleh workstation. File server biasanya ditemukan di sekolah-sekolah dan kantor-kantor dan jarang terlihat di penyedia jasa internet lokal dengan menggunakan LAN untuk menghubungkan komputer klien mereka
2. LATAR BELAKANG
Sekarang ini, manfaat dari Jaringan Komputer sudah sangat banyak kita rasakan. Apalagi dalam dunia komunikasi yang serba cepat ini, Jaringan Komputer sering kali berperan vital dalam kegiatan pendistribusian informasi yang cepat tersebut. Semua dari komponen yang tergabung dalam Jaringan Komputer tersebut haruslah mampu saling mendukung untuk menghasilkan satu sistem yang kokoh dan handal untuk melayani setiap permintaan Informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Komponen-komponen tersebut dimulai dari media Jaringan komputer seperti kabel, Network Card, Personal Computer maupun Sistem Operasi haruslah dalam status siap untuk melayani, sehingga penggunapun dapat terpuaskan oleh pelayanan yang prima.
3. POKOK BAHASAN
3.1 Jenis – jenis Hardware
a. 44 buah Personal Computer (untuk mahasiswa)
44 buah personal komputer digunakan oleh mahasiswa untuk melakaukan praktikum sesuai dengan jurusan masing-masing. Dimana 44 buah personal komputer tersebut masih mempunyai kelemahan. Kelemahan personal komputer tersebut adalah masih menggunakan komponen hardware yang tidak modern atau terkini. Jika diguakan praktikum oleh mahasiswa masih membutuhkan loading yang sangat lama bahkan kadang error.
b. 2 buah Personal Computer (sebagai display dosen)
1 buah personal computer digunakan sebagai display dosen untuk kelancaran belajar mengajar praktikum. Kemudian 1 buah personal computer lagi digunakan untuk laboran. Dimana semua komputer yang ada di Lab D.2.I, terhubung langsung dengan server MW dan server Lab. Semua data mahasiswa maupun dosen yang menggunakan server tersebut akan tersimpan di server-server tersebut.
c. 4 buah hub ( @ 12 port) dan 1 buah hub (8 port)
Hub adalah Alat penghubung atar komputer, semua jenis komunikasi hanya dilewatkan oleh hub. Hub digunakan untuk sebuah bentuk jaringan yang sederhana (misal hanya untuk menyambungkan beberapa komputer di satu group IP lokal) ketika ada satu paket yang masuk ke satu port di hub, maka akan tersalin ke port lainnya di hub yg sama dan semua komputer yg tersambung di hub yang sama dapat membaca paket tersebut. Saat ini hub sudah banyak ditinggalkan dan diganti dengan switch. Alasan penggantian ini biasanya adalah karena hub mempunyai kecepatan transfer data yang lebih lambat daripada switch. Tetapi jaringan yang ada di lab D.2. I masih mengunakan hub. Jaringan komputer di lab D.2.I menggunakan 4 buah hub ( masing-masing hub 12 port ) dapat dilihat pada Gambar 3.1 dan juga menggunakan 1 buah hub (8 port) dapat dilihat pada Gambar 3.2 yang mana terhubung langsung ke server-server.

Gambar 3.1 Hub 12 port

Gambar 3.2 Hub 8 port
Dimana kedua hub tersebut di dalam jaringan komputer Lab D.2.I tersebut membutuhkan tenaga listrik untuk menjalankannya.
3.2 Jenis Topologi yang digunakan pada Lab D.2.I
Jenis topologi yang digunakan pada Lab D.2.I adalah topologi star. Di alam topologi star, semua kabel dihubungkan dari komputer-komputer ke lokasi pusat (central location), dimana semuanya terhubung ke suatu alat yang dinamakan hub. Topologi star digunakan dalam jaringan yang padat, ketika endpoint dapat dicapai langsung dari lokasi pusat, kebutuhan untuk perluasan jaringan, dan membutuhkan kehandalan yang tinggi. Topologi ini merupakan susunan yang menggunakan lebih banyak kabel daripada bus dan karena semua komputer dan perangkat terhubung ke central point. Jadi bila ada salah satu komputer atau perangkat yang mengalami kerusakan maka tidak akan mempengaruhi yang lainnya (jaringan).
Bagaimana Jaringan TOPOLOGI STAR Bekerja
Setiap komputer dalam jaringan TOPOLOGI STAR berkomunikasi dengan central hub yang mengirimkan kembali pesan ke semua komputer (dalam broadcast star network) atau hanya ke komputer yang dituju (dalam switched star network). Hub dalam broadcast star network dapat menjadi aktif ataupun pasif. Active hub memperbaharui sinyal elektrik yang diterima dan mengirimkannya ke semua komputer yang terhubung ke hub. Hub tipe tersebut sering disebut juga dengan multiport repeater. Jika kita menggunakan hub memiliki 32 port, dengan seluruh port terisi, maka collision akan sering terjadi yang akan mengakibatkan kinerja jaringan menurun.
Untuk menghindari hal tersebut kita bisa menggunakan switch yang memiliki kemampuan untuk menentukan jalur tujuan data. Active hub dan switch membutuhkan tenaga listrik untuk menjalankannya. Pasisive hub, seperti wiring panel atau blok punch-down, hanya berfungsi sebagai titik koneksi (connection point) dan tidak melakukan penguatan sinyal atau memperbaharui sinyal. Passive hub tidak membutuhkan tenaga listrik untuk menjalankannya.
Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:
§ setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
§ mudah dikembangkan, karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.
§ keunggulannya adalah jika satu kabel node terputus yang lainnya tidak terganggu.
§ dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, biasanya digunakan kabel UTP.
Kelebihan Jaringan Topologi Star sebagai berikut :
§ Menggunakan topologi star tanpa mengganggu aktvitas jaringan yang sedang berlangsung. Kita hanya tinggal menambah kabel baru dari komputer kita ke lokasi Cukup mudah untuk mengubah dan menambah komputer ke dalam jaringan yang pusat (central location) dan pasangkan kabel tersebut ke hub. Bila kapasitas dari hub pusat sudah melebihi, maka kita tinggal mengganti hub tersebut dengan hub yang memiliki jumlah port yang lebih banyak.
§ Pusat dari jaringan star merupakan tempat yang baik untuk menentukan diagnosa kesalahan yang terjadi dalam jaringan. Intelligent hub merupakan hub yang dilengkapi dengan microprocessors yang selain memiliki fitur sebagai tambahan untuk mengulang sinyal jaringan juga melakukan monitor yang terpusat dan manajemen terhadap jaringan
§ Apabila satu komputer yang mengalami kerusakan dalam jaringan maka komputer tersebut tidak akan membuat mati seluruh jaringan star. Hub dapat mendeteksi kesalahan dalam jaringan dan memisahkan komputer yang rusak tersebut dari jaringan dan memperkenankan jaringan untuk beroperasi kembali.
§ Kita dapat menggunakan beberapa tipe kabel di dalam jaringan yang sama dengan hub yang dapat mengakomodasi tipe kabel yang berbeda.
Kekurangan Jaringan Topologi Star sebagai berikut :
§ Memiliki satu titik kesalahan, terletak pada hub. Jika hub pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan akan gagal untuk beroperasi.
§ Memerlukan alat pada central point untuk mem-broadcast ulang atau pergantian traffic jaringan (switch network traffic).
§ Membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel jaringan harus ditarik ke satu central point, jadi lebih banyak membutuhkan lebih banyak kabel daripada topologi jaringan yang lain.
3.3 Penggunaan Lab D.2.I
Lab D.2.I digunakan untuk RPL (Rancangan Perangkat Lunak).
3.4 TCP/IP
a. Sejarah TCP/IP
Sejarah TCP/IP dimulainya dari lahirnya ARPANET yaitu jaringan paket switching digital yang didanai oleh DARPA (Defence Advanced Research Projects Agency) pada tahun 1969. Sementara itu ARPANET terus bertambah besar sehingga protokol yang digunakan pada waktu itu tidak mampu lagi menampung jumlah node yang semakin banyak. Oleh karena itu DARPA mendanai pembuatan protokol komunikasi yang lebih umum, yakni TCP/IP. Ia diadopsi menjadi standard ARPANET pada tahun 1983.
Untuk memudahkan proses konversi, DARPA juga mendanai suatu proyek yang mengimplementasikan protokol ini ke dalam BSD UNIX, sehingga dimulailah perkawinan antara UNIX dan TCP/IP.. Pada awalnya internet digunakan untuk menunjukan jaringan yang menggunakan internet protocol (IP) tapi dengan semakin berkembangnya jaringan, istilah ini sekarang sudah berupa istilah generik yang digunakan untuk semua kelas jaringan. Internet digunakan untuk menunjuk pada komunitas jaringan komputer worldwide yang saling dihubungkan dengan protokol TCP/IP.
Perkembangan TCP/IP yang diterima luas dan praktis menjadi standar de-facto jaringan komputer berkaitan dengan ciri-ciri yang terdapat pada protokol itu sendiri yang merupakan keunggulun dari TCP/IP, yaitu :
o Perkembangan protokol TCP/IP menggunakan standar protokol terbuka sehingga tersedia secara luas. Semua orang bisa mengembangkan perangkat lunak untuk dapat berkomunikasi menggunakan protokol ini. Hal ini membuat pemakaian TCP/IP meluas dengan sangat cepat, terutama dari sisi pengadopsian oleh berbagai sistem operasi dan aplikasi jaringan.
o Tidak tergantung pada perangkat keras atau sistem operasi jaringan tertentu sehingga TCP/IP cocok untuk menyatukan bermacam macam network, misalnya Ethernet, token ring, dial-up line, X-25 net dan lain lain.
o Cara pengalamatan bersifat unik dalam skala global, memungkinkan komputer dapat mengidentifikasi secara unik komputer yang lain dalam seluruh jaringan, walaupun jaringannya sebesar jaringan worldwide Internet. Setiap komputer yang tersambung dengan jaringan TCP/IP (Internet) akan memiliki address yang hanya dimiliki olehnya.
o TCP/IP memiliki fasilitas routing dan jenis-jenis layanan lainnya yang memungkinkan diterapkan pada internetwork.
o Arsitektur dan Protokol Jaringan TCP/IP
Dalam arsitektur jaringan komputer, terdapat suatu lapisan-lapisan ( layer ) yang memiliki tugas spesifik serta memiliki protokol tersendiri. ISO (International Standard Organization) telah mengeluarkan suatu standard untuk arsitektur jaringan komputer yang dikenal dengan nama Open System Interconnection ( OSI ). Standard ini terdiri dari 7 lapisan protokol yang menjalankan fungsi komunikasi antara 2 komputer. Dalam TCP/IP hanya terdapat 5 lapisan sbb :

Walaupun jumlahnya berbeda, namun semua fungsi dari lapisan-lapisan arsitektur OSI telah tercakup oleh arsitektur TCP/IP. Adapun rincian fungsi masing-masing layer arsitektur TCP/IP adalah sbb :
Physical Layer (lapisan fisik) merupakan lapisan terbawah yang mendefinisikan besaran fisik seperti media komunikasi, tegangan, arus, dsb.
Lapisan ini dapat bervariasi bergantung pada media komunikasi pada jaringan yang bersangkutan. TCP/IP bersifat fleksibel sehingga dapat mengintegralkan mengintegralkan berbagai jaringan dengan media fisik yang berbeda-beda.
Network Access Layer mempunyai fungsi yang mirip dengan Data Link layer pada OSI. Lapisan ini mengatur penyaluran data frame-frame data pada media fisik yang digunakan secara handal. Lapisan ini biasanya memberikan servis untuk deteksi dan koreksi kesalahan dari data yang ditransmisikan. Beberapa contoh protokol yang digunakan pada lapisan ini adalah X.25 jaringan publik, Ethernet untuk jaringan Etehernet, AX.25 untuk jaringan Paket Radio dsb.
Internet Layer mendefinisikan bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua pihak yang berada pada jaringan yang berbeda seperti Network Layer pada OSI. Pada jaringan Internet yang terdiri atas puluhan juta host dan ratusan ribu jaringan lokal, lapisan ini bertugas untuk menjamin agar suatu paket yang dikirimkan dapat menemukan tujuannya dimana pun berada. Oleh karena itu, lapisan ini memiliki peranan penting terutama dalam mewujudkan internetworking yang meliputi wilayah luas (worldwide Internet). Beberapa tugas penting pada lapisan ini adalah:
o Addressing, yakni melengkapi setiap datagram dengan alamat Internet dari tujuan. Alamat pada protokol inilah yang dikenal dengan Internet Protocol Address ( IP Address). Karena pengalamatan (addressing) pada jaringan TCP/IP berada pada level ini (software), maka jaringan TCP/IP independen dari jenis media dan komputer yang digunakan.
o Routing, yakni menentukan ke mana datagram akan dikirim agar mencapai tujuan yang diinginkan. Fungsi ini merupakan fungsi terpenting dari Internet Protocol (IP). Sebagai protokol yang bersifat connectionless, proses routing sepenuhnya ditentukan oleh jaringan. Pengirim tidak memiliki kendali terhadap paket yang dikirimkannya untuk bisa mencapai tujuan. Router-router pada jaringan TCP/IP lah yang sangat menentukan dalam penyampaian datagram dari penerima ke tujuan.
Transport Layer mendefinisikan cara-cara untuk melakukan pengiriman data antara end to end host secara handal. Lapisan ini menjamin bahwa informasi yang diterima pada sisi penerima adalah sama dengan informasi yang dikirimkan pada pengirim. Untuk itu, lapisan ini memiliki beberapa fungsi penting antara lain :
o Flow Control. Pengiriman data yang telah dipecah menjadi paket-paket tersebut harus diatur sedemikian rupa agar pengirim tidak sampai mengirimkan data dengan kecepatan yang melebihi kemampuan penerima dalam menerima data.
o Error Detection. Pengirim dan penerima juga melengkapi data dengan sejumlah informasi yang bisa digunakan untuk memeriksa data yang dikirimkan bebas dari kesalahan. Jika ditemukan kesalahan pada paket data yang diterima, maka penerima tidak akan menerima data tersebut. Pengirim akan mengirim ulang paket data yang mengandung kesalahan tadi. Namun hal ini dapat menimbulkan delay yang cukup berartii.
Pada TCP/IP, protokol yang dipergunakan adalah Transmission Control Protocol (TCP) atau User Datagram Protocol ( UDP ). TCP dipakai untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan keandalan data, sedangkan UDP digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan panjang paket yang pendek dan tidak menuntut keandalan yang tinggi. TCP memiliki fungsi flow control dan error detection dan bersifat connection oriented. Sebaliknya pada UDP yang bersifat connectionless tidak ada mekanisme pemeriksaan data dan flow control, sehingga UDP disebut juga unreliable protocol. Untuk beberapa hal yang menyangkut efisiensi dan penyederhanaan, beberapa aplikasi memilih menggunakan UDP sebagai protokol transport. Contohnya adalah aplikasi database yang hanya bersifat query dan response, atau aplikasi lain yang sangat sensitif terhadap delay seperti video conference. Aplikasi seperti ini dapat mentolerir sedikit kesalahan (gambar atau suara masih bisa dimengerti), namun akan tidak nyaman untuk dilihat jika terdapat delay yang cukup berarti.
Application Layer merupakan lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang berfungsi mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang dijalankan pada jaringan. Karena itu, terdapat banyak protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya aplikasi TCP/IP yang dapat dijalankan. Contohnya adalah SMTP ( Simple Mail Transfer Protocol ) untuk pengiriman e-mail, FTP (File Transfer Protocol) untuk transfer file, HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) untuk aplikasi web, NNTP (Network News Transfer Protocol) untuk distribusi news group dan lain-lain. Setiap aplikasi pada umumnya menggunakan protokol TCP dan IP, sehingga keseluruhan keluarga protokol ini dinamai dengan TCP/IP.
Sedangkan di Lab D.2.I itu sendiri menggunakan IP Address Kelas C. Untuk range IP nya adalah 192.168.9.191 – 192.168.9.255. Lab D.2.I juga ada server yang mana langsung terhubung dengan server MW dan server Lab yang bisa juga terkoneksi dengan jaringan internet.
3.5 Denah Lab D.2.I
![]() |
4. KESIMPULAN
Dari penelitian dapat disimpulkaan bahwa untuk pengadaan hardware di Lab D.2.I kurang begitu mendukung kegiatan-kegiatan perkuliahan praktikum yang membutuhkan spesifikasi komputer yang lebih dari cukup. Sehingga lebih banyak membutuhkan perkembangan dalam segi hardware maupun softwarenya.
5. SARAN
Untuk lebih meningkatkan kinerja komputer yang ada di Lab I, sebaiknya menggunakan prosesesor yang lebih update. Selain proses cepat,juga bisa mendukung mahasiswa untuk lebih interest dan lebih cepat dalam menyelesaikan tugas tugasnya.
6. DAFTAR PUSTAKA
http://www.freewebs.com/noorway/Dasar%20jaringan.pdf
http://avrilboa.files.wordpress.com/2009/05/laporan-proyek-akhir-jaringan1.pdf
Sofyan, Ahmad. 2001. Domain Controller. diakses pada 29 Januari 2009, dari http://sdn.vlsm.org/share/ServerLinux/node69.html.
Muslimah210. 2006. Our Services - Linux Solusi. diakses pada 29 Januari 2009, dari http://forum.himatif.or.id/viewtopic.php?f=17&t=947.
Komunitas Ubuntu Indonesia. Ihwal Ubuntu. diakses pada 29 Januari 2009, dari http://www.ubuntu-id.org/.

