Jumat, 18 Maret 2011

Penelitian Jarkom D.2.I


LAPORAN PENELITIAN
SISTEM JARINGAN KOMPUTER
LABORATORIUM KOMPUTER  D.2.I
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG


 









Disusun oleh :
DHINAR MAULIA FARDZANI   A12.2007.02475
KRISTINA ELYANI YUNITA      A12.2007.02873
AKHMAD MUHAJIR                     A12.2007.02572

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI – S1
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
SEMARANG
2010
1.      PENDAHULUAN
Perkembangan jaringan komputer ini juga turut memudahkan pemakai dalam melakukan pertukaran data (sharing data) dan juga menghemat penggunaan peralatan-peralatan pembantu misalnya printer, scanner, CD ROM eksternal dan peralatan lainnya. Karena peralatan tersebut tidak selalu digunakan oleh setiap pemakai, akan lebih ekonomis bila memakai satu peralatan tersebut (printer, scanner, dll) untuk bersama-sama. Peralatan tersebut dapat dihubungkan langsung pada workstation atau server.
Jaringan komputer membantu mendistribusikan data dan informasi secara efektif dan efisien. Sistem penyimpanan data terpusat yang dikelola dengan baik memungkinkan banyak pengguna mengakses data dari berbagai lokasi yang berbeda, dan membatasi akses ke data sewaktu sedang diproses.
Jaringan komputer juga memungkinkan kelompok kerja berkomunikasi dengan lebih efisien. Yaitu dengan file sharing dan printer sharing. Dengan adanya printer sharing penggunaan printer dapat diminimalkan. Karena dengan satu printer dapat mencetak dokumen walaupun di komputer yang berbeda.
Dalam komputasi, file server adalah sebuah komputer yang terpasang pada jaringan yang memiliki tujuan utama untuk menyediakan lokasi akses disk bersama , yaitu penyimpanan bersama file komputer (seperti dokumen, file suara, foto, film, gambar, database, dll ) yang dapat diakses oleh workstation yang melekat pada jaringan computer

Istilah server menyoroti peran mesin dalam client-server skema, di mana klien workstation menggunakan penyimpanan. Sebuah file server biasanya perhitungan tidak melakukan sesuatu, dan tidak menjalankan program atas nama klien. Hal ini dirancang terutama untuk memungkinkan penyimpanan cepat dan pengambilan data di mana perhitungan berat ini disediakan oleh workstation. File server biasanya ditemukan di sekolah-sekolah dan kantor-kantor dan jarang terlihat di penyedia jasa internet lokal dengan menggunakan LAN untuk menghubungkan komputer klien mereka

2.      LATAR BELAKANG
Sekarang ini, manfaat dari Jaringan Komputer sudah sangat banyak kita rasakan. Apalagi dalam dunia komunikasi yang serba cepat ini, Jaringan Komputer sering kali berperan vital dalam kegiatan pendistribusian informasi yang cepat tersebut. Semua dari komponen yang tergabung dalam Jaringan Komputer tersebut haruslah mampu saling mendukung untuk menghasilkan satu sistem yang kokoh dan handal untuk melayani setiap permintaan Informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Komponen-komponen tersebut dimulai dari media Jaringan komputer seperti kabel, Network Card, Personal Computer maupun Sistem Operasi haruslah dalam status siap untuk melayani, sehingga penggunapun dapat terpuaskan oleh pelayanan yang prima.




3.      POKOK BAHASAN
3.1         Jenis – jenis Hardware
a.      44 buah Personal Computer (untuk mahasiswa)
         44 buah personal komputer digunakan oleh mahasiswa untuk melakaukan praktikum sesuai dengan jurusan masing-masing. Dimana 44 buah personal komputer tersebut masih mempunyai kelemahan. Kelemahan personal komputer tersebut adalah masih menggunakan komponen hardware yang tidak modern atau terkini. Jika diguakan praktikum oleh mahasiswa masih membutuhkan loading yang sangat lama bahkan kadang error.   

b.      2 buah Personal Computer (sebagai display dosen)
         1 buah personal computer digunakan sebagai display dosen untuk kelancaran belajar mengajar praktikum. Kemudian 1 buah personal computer lagi digunakan untuk laboran. Dimana semua komputer yang ada di Lab D.2.I, terhubung langsung dengan server MW dan server Lab. Semua data mahasiswa maupun dosen yang menggunakan server tersebut akan tersimpan di server-server tersebut.

c.       4 buah hub ( @ 12 port)  dan 1 buah hub (8 port)
Hub adalah Alat penghubung atar komputer, semua jenis komunikasi hanya dilewatkan oleh hub. Hub digunakan untuk sebuah bentuk jaringan yang sederhana (misal hanya untuk menyambungkan beberapa komputer di satu group IP lokal) ketika ada satu paket yang masuk ke satu port di hub, maka akan tersalin ke port lainnya di hub yg sama dan semua komputer yg tersambung di hub yang sama dapat membaca paket tersebut. Saat ini hub sudah banyak ditinggalkan dan diganti dengan switch. Alasan penggantian ini biasanya adalah karena hub mempunyai kecepatan transfer data yang lebih lambat daripada switch. Tetapi  jaringan  yang  ada  di  lab  D.2. I masih  mengunakan  hub. Jaringan komputer di lab D.2.I menggunakan 4 buah hub ( masing-masing hub 12 port ) dapat dilihat pada Gambar 3.1 dan juga menggunakan 1 buah hub (8 port) dapat dilihat pada Gambar 3.2 yang mana terhubung langsung ke server-server.
12.jpg








                         Gambar 3.1 Hub 12 port


8-port-switch.jpg
                         Gambar 3.2 Hub 8 port
Dimana kedua hub tersebut di dalam jaringan komputer Lab D.2.I tersebut membutuhkan  tenaga listrik untuk menjalankannya.
3.2         Jenis Topologi yang digunakan pada Lab D.2.I
                                    Jenis topologi yang digunakan pada Lab D.2.I adalah topologi star. Di  alam topologi star, semua kabel dihubungkan dari komputer-komputer ke lokasi pusat (central location), dimana semuanya terhubung ke suatu alat yang dinamakan hub. Topologi star digunakan dalam jaringan yang padat, ketika endpoint dapat  dicapai langsung dari lokasi pusat, kebutuhan untuk perluasan jaringan, dan membutuhkan kehandalan yang tinggi. Topologi ini merupakan susunan yang menggunakan lebih banyak kabel daripada bus dan karena semua komputer dan perangkat terhubung ke central point. Jadi bila ada salah satu komputer atau perangkat yang mengalami kerusakan maka tidak akan mempengaruhi yang lainnya (jaringan).


                    
                     Bagaimana Jaringan TOPOLOGI STAR Bekerja
Setiap komputer dalam jaringan TOPOLOGI STAR berkomunikasi dengan central hub yang mengirimkan kembali pesan ke semua komputer (dalam broadcast star network) atau hanya ke komputer yang dituju (dalam switched star network). Hub dalam broadcast star network dapat menjadi aktif ataupun pasif. Active hub memperbaharui sinyal elektrik yang diterima dan mengirimkannya ke semua komputer yang terhubung ke hub. Hub tipe tersebut sering disebut juga dengan multiport repeater. Jika kita menggunakan hub memiliki 32 port, dengan seluruh port terisi, maka collision akan sering terjadi yang akan mengakibatkan kinerja jaringan menurun.
Untuk menghindari hal tersebut kita bisa menggunakan switch yang memiliki kemampuan untuk menentukan jalur tujuan data. Active hub dan switch membutuhkan tenaga listrik untuk menjalankannya. Pasisive hub, seperti wiring panel atau blok punch-down, hanya berfungsi sebagai titik koneksi (connection point) dan tidak melakukan penguatan sinyal atau memperbaharui sinyal. Passive hub tidak membutuhkan tenaga listrik untuk menjalankannya.
Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:
§   setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.
§   mudah dikembangkan, karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node.
§   keunggulannya adalah jika satu kabel node terputus yang lainnya tidak terganggu.
§   dapat digunakan kabel yang “lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, biasanya digunakan kabel UTP.
Kelebihan Jaringan Topologi Star sebagai berikut :
§  Menggunakan topologi star tanpa mengganggu aktvitas jaringan yang sedang berlangsung. Kita hanya tinggal menambah kabel baru dari komputer kita ke lokasi Cukup mudah untuk mengubah dan menambah komputer ke dalam jaringan yang pusat (central location) dan pasangkan kabel tersebut ke hub. Bila kapasitas dari hub pusat sudah melebihi, maka kita tinggal mengganti hub tersebut dengan hub yang memiliki jumlah port yang lebih banyak.
§  Pusat dari jaringan star merupakan tempat yang baik untuk menentukan diagnosa  kesalahan yang terjadi dalam jaringan. Intelligent hub  merupakan hub yang dilengkapi dengan microprocessors yang selain memiliki fitur sebagai tambahan untuk mengulang sinyal jaringan juga melakukan monitor yang terpusat dan manajemen terhadap jaringan
§  Apabila satu komputer yang mengalami kerusakan dalam jaringan maka komputer tersebut tidak akan membuat mati seluruh jaringan star. Hub dapat mendeteksi kesalahan dalam jaringan dan memisahkan komputer yang rusak tersebut dari jaringan dan memperkenankan jaringan untuk beroperasi kembali.
§  Kita dapat menggunakan beberapa tipe kabel di dalam jaringan yang sama dengan hub yang dapat mengakomodasi tipe kabel yang berbeda.

Kekurangan Jaringan Topologi Star sebagai berikut :
§  Memiliki satu titik kesalahan, terletak pada hub. Jika hub pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan akan gagal untuk beroperasi.
§  Memerlukan alat pada central point untuk mem-broadcast ulang atau pergantian traffic jaringan (switch network traffic).
§  Membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel jaringan harus ditarik ke satu central point, jadi lebih banyak membutuhkan lebih banyak kabel daripada topologi jaringan yang lain.

3.3         Penggunaan Lab D.2.I
                           Lab D.2.I digunakan untuk RPL (Rancangan Perangkat Lunak).
3.4         TCP/IP
a.       Sejarah TCP/IP
Sejarah TCP/IP dimulainya dari lahirnya ARPANET yaitu jaringan paket switching digital yang didanai oleh DARPA (Defence Advanced Research Projects Agency) pada tahun 1969. Sementara itu ARPANET terus bertambah besar sehingga protokol yang digunakan pada waktu itu tidak mampu lagi menampung jumlah node yang semakin banyak. Oleh karena itu DARPA mendanai pembuatan protokol komunikasi yang lebih umum, yakni TCP/IP. Ia diadopsi menjadi standard ARPANET pada tahun 1983.
Untuk memudahkan proses konversi, DARPA juga mendanai suatu proyek yang mengimplementasikan protokol ini ke dalam BSD UNIX, sehingga dimulailah perkawinan antara UNIX dan TCP/IP.. Pada awalnya internet digunakan untuk menunjukan jaringan yang menggunakan internet protocol (IP) tapi dengan semakin berkembangnya jaringan, istilah ini sekarang sudah berupa istilah generik yang digunakan untuk semua kelas jaringan. Internet digunakan untuk menunjuk pada komunitas jaringan komputer worldwide yang saling dihubungkan dengan protokol TCP/IP.
Perkembangan TCP/IP yang diterima luas dan praktis menjadi standar de-facto jaringan komputer berkaitan dengan ciri-ciri yang terdapat pada protokol itu sendiri yang merupakan keunggulun dari TCP/IP, yaitu :
o    Perkembangan protokol TCP/IP menggunakan standar protokol terbuka sehingga tersedia secara luas. Semua orang bisa mengembangkan perangkat lunak untuk dapat berkomunikasi menggunakan protokol ini. Hal ini membuat pemakaian TCP/IP meluas dengan sangat cepat, terutama dari sisi pengadopsian oleh berbagai sistem operasi dan aplikasi jaringan.
o    Tidak tergantung pada perangkat keras atau sistem operasi jaringan tertentu sehingga TCP/IP cocok untuk menyatukan bermacam macam network, misalnya Ethernet, token ring, dial-up line, X-25 net dan lain lain.
o    Cara pengalamatan bersifat unik dalam skala global, memungkinkan komputer dapat mengidentifikasi secara unik komputer yang lain dalam seluruh jaringan, walaupun jaringannya sebesar jaringan worldwide Internet. Setiap komputer yang tersambung dengan jaringan TCP/IP (Internet) akan memiliki address yang hanya dimiliki olehnya.
o    TCP/IP memiliki fasilitas routing dan jenis-jenis layanan lainnya yang memungkinkan diterapkan pada internetwork.


o    Arsitektur dan Protokol Jaringan TCP/IP
Dalam arsitektur jaringan komputer, terdapat suatu lapisan-lapisan ( layer ) yang memiliki tugas spesifik serta memiliki protokol tersendiri. ISO (International Standard Organization) telah mengeluarkan suatu standard untuk arsitektur jaringan komputer yang dikenal dengan nama Open System Interconnection ( OSI ). Standard ini terdiri dari 7 lapisan protokol yang menjalankan fungsi komunikasi antara 2 komputer. Dalam TCP/IP hanya terdapat 5 lapisan sbb :







Walaupun jumlahnya berbeda, namun semua fungsi dari lapisan-lapisan arsitektur OSI telah tercakup oleh arsitektur TCP/IP. Adapun rincian fungsi masing-masing layer arsitektur TCP/IP adalah sbb :
Physical Layer (lapisan fisik) merupakan lapisan terbawah yang mendefinisikan besaran fisik seperti media komunikasi, tegangan, arus, dsb.
Lapisan ini dapat bervariasi bergantung pada media komunikasi pada jaringan yang bersangkutan. TCP/IP bersifat fleksibel sehingga dapat mengintegralkan mengintegralkan berbagai jaringan dengan media fisik yang berbeda-beda.
Network Access Layer mempunyai fungsi yang mirip dengan Data Link layer pada OSI. Lapisan ini mengatur penyaluran data frame-frame data pada media fisik yang digunakan secara handal. Lapisan ini biasanya memberikan servis untuk deteksi dan koreksi kesalahan dari data yang ditransmisikan. Beberapa contoh protokol yang digunakan pada lapisan ini adalah X.25 jaringan publik, Ethernet untuk jaringan Etehernet, AX.25 untuk jaringan Paket Radio dsb.
Internet Layer mendefinisikan bagaimana hubungan dapat terjadi antara dua pihak yang berada pada jaringan yang berbeda seperti Network Layer pada OSI. Pada jaringan Internet yang terdiri atas puluhan juta host dan ratusan ribu jaringan lokal, lapisan ini bertugas untuk menjamin agar suatu paket yang dikirimkan dapat menemukan tujuannya dimana pun berada. Oleh karena itu, lapisan ini memiliki peranan penting terutama dalam mewujudkan internetworking yang meliputi wilayah luas (worldwide Internet). Beberapa tugas penting pada lapisan ini adalah:
o   Addressing, yakni melengkapi setiap datagram dengan alamat Internet dari tujuan. Alamat pada protokol inilah yang dikenal dengan Internet Protocol Address ( IP Address). Karena pengalamatan (addressing) pada jaringan TCP/IP berada pada level ini (software), maka jaringan TCP/IP independen dari jenis media dan komputer yang digunakan.
o   Routing, yakni menentukan ke mana datagram akan dikirim agar mencapai tujuan yang diinginkan. Fungsi ini merupakan fungsi terpenting dari Internet Protocol (IP). Sebagai protokol yang bersifat connectionless, proses routing sepenuhnya ditentukan oleh jaringan. Pengirim tidak memiliki kendali terhadap paket yang dikirimkannya untuk bisa mencapai tujuan. Router-router pada jaringan TCP/IP lah yang sangat menentukan dalam penyampaian datagram dari penerima ke tujuan.
Transport Layer mendefinisikan cara-cara untuk melakukan pengiriman data antara end to end host secara handal. Lapisan ini menjamin bahwa informasi yang diterima pada sisi penerima adalah sama dengan informasi yang dikirimkan pada pengirim. Untuk itu, lapisan ini memiliki beberapa fungsi penting antara lain :
o    Flow Control. Pengiriman data yang telah dipecah menjadi paket-paket tersebut harus diatur sedemikian rupa agar pengirim tidak sampai mengirimkan data dengan kecepatan yang melebihi kemampuan penerima dalam menerima data.
o    Error Detection. Pengirim dan penerima juga melengkapi data dengan sejumlah informasi yang bisa digunakan untuk memeriksa data yang dikirimkan bebas dari kesalahan. Jika ditemukan kesalahan pada paket data yang diterima, maka penerima tidak akan menerima data tersebut. Pengirim akan mengirim ulang paket data yang mengandung kesalahan tadi. Namun hal ini dapat menimbulkan delay yang cukup berartii.
Pada TCP/IP, protokol yang dipergunakan adalah Transmission Control Protocol (TCP) atau User Datagram Protocol ( UDP ). TCP dipakai untuk aplikasi-aplikasi yang membutuhkan keandalan data, sedangkan UDP digunakan untuk aplikasi yang membutuhkan panjang paket yang pendek dan tidak menuntut keandalan yang tinggi. TCP memiliki fungsi flow control dan error detection dan bersifat connection oriented. Sebaliknya pada UDP yang bersifat connectionless tidak ada mekanisme pemeriksaan data dan flow control, sehingga UDP disebut juga unreliable protocol. Untuk beberapa hal yang menyangkut efisiensi dan penyederhanaan, beberapa aplikasi memilih menggunakan UDP sebagai protokol transport. Contohnya adalah aplikasi database yang hanya bersifat query dan response, atau aplikasi lain yang sangat sensitif terhadap delay seperti video conference. Aplikasi seperti ini dapat mentolerir sedikit kesalahan (gambar atau suara masih bisa dimengerti), namun akan tidak nyaman untuk dilihat jika terdapat delay yang cukup berarti.
Application Layer merupakan lapisan terakhir dalam arsitektur TCP/IP yang berfungsi mendefinisikan aplikasi-aplikasi yang dijalankan pada jaringan. Karena itu, terdapat banyak protokol pada lapisan ini, sesuai dengan banyaknya aplikasi TCP/IP yang dapat dijalankan. Contohnya adalah SMTP ( Simple Mail Transfer Protocol ) untuk pengiriman e-mail, FTP (File Transfer Protocol) untuk transfer file, HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) untuk aplikasi web, NNTP (Network News Transfer Protocol) untuk distribusi news group dan lain-lain. Setiap aplikasi pada umumnya menggunakan protokol TCP dan IP, sehingga keseluruhan keluarga protokol ini dinamai dengan TCP/IP.
Sedangkan di Lab D.2.I itu sendiri menggunakan IP Address Kelas C. Untuk range IP nya adalah 192.168.9.191 – 192.168.9.255. Lab D.2.I juga ada server yang mana langsung terhubung dengan server MW dan server Lab yang bisa juga terkoneksi dengan jaringan internet.
3.5         Denah Lab D.2.I



 



























4.      KESIMPULAN
Dari penelitian dapat disimpulkaan bahwa untuk pengadaan hardware di Lab D.2.I kurang begitu mendukung kegiatan-kegiatan perkuliahan praktikum yang membutuhkan spesifikasi komputer yang lebih dari cukup. Sehingga lebih banyak membutuhkan perkembangan dalam segi hardware maupun softwarenya.

5.      SARAN
Untuk lebih meningkatkan kinerja komputer yang ada di  Lab I, sebaiknya menggunakan prosesesor yang lebih update. Selain proses cepat,juga bisa mendukung mahasiswa untuk lebih interest dan lebih cepat dalam menyelesaikan tugas  tugasnya.

6.      DAFTAR PUSTAKA
http://www.freewebs.com/noorway/Dasar%20jaringan.pdf
http://avrilboa.files.wordpress.com/2009/05/laporan-proyek-akhir-jaringan1.pdf
Sofyan, Ahmad. 2001. Domain Controller. diakses pada 29 Januari 2009, dari          http://sdn.vlsm.org/share/ServerLinux/node69.html.
Muslimah210. 2006. Our Services - Linux Solusi. diakses pada 29 Januari 2009, dari http://forum.himatif.or.id/viewtopic.php?f=17&t=947.  
Komunitas Ubuntu Indonesia. Ihwal Ubuntu. diakses pada 29 Januari 2009, dari http://www.ubuntu-id.org/.



Perancangan basis data penjualan ATK


A.       JUDUL

“PERANCANGAN BASIS DATA PENJUALAN ATK PADA CV. SEMARANG REBORN”


B.        LATAR BELAKANG MASALAH

          Kebutuhan informasi merupakan suatu hal yang sangat penting saat ini. Keberadaan dunia informasi ini dari tahun ke tahun selalu meningkat dan selalu mengalami perkembangan yang sangat pesat mengikuti perkembangan jaman, hal ini tidak lepas dari teknologi computer yang merupakan salah satu hasil rekayasa teknologi yang mengalami perkembangan sangat pesat. Oleh karena itu komputer merupakan salah satu alat yang dapat bekerja dengan cepat dalam hal penyampaian informasi.
Demikian pula dalam menghadapi persaingan dunia bisnis, CV.Semarang Reborn yang bergerak dalam bidang penjualan alat tulis kantor berupaya untuk meningkatkan proses penjualan. Oleh karena itu, perlu adanya dukungan sarana dan prasarana sistem informasi yang memadai agar proses dapat berjalan dengan cepat, tepat, akurat dan dapat meningkatkan penjualan pada perusahaan tersebut.
Selama ini penulisan stok barang, pembelian dan pembelian produk di CV. Semarang Reborn masih dilakukan secara manual. Cara kerja dengan system manual tersebut kurang efisien karena kurang membutuhkan waktu yang lama dan dapat menimbulkan kesalahan-kesalahan misalnya adanya data kembar, kurang rapi dan keterlambatan dalam pembuatan laporan. Hal tersebut timbul karena adanya keterlambatan dokumen-dokumen yang digunakan dalam transaksi penjualan, sering timbul data-data yang hilang dan kesalahan dalam pencatatan. Keterlambatan dalam memperoleh informasi akan menyebabkan keterlambatan dalam pengambilan keputusan. Untuk meningkatkan kelancaran pekerjaan tersebut diperlukan adanya komputer sehingga perusahaan dapat mengkontrol kegiatan penjualan,keuangan dengan mudah dan dapat memperoleh laporan yang diinginkan tepat pada waktunya.
Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan di atas, maka dalam hal ini penulis memilih judul “PERANCANGAN BASIS DATA PENJUALAN ATK PADA CV. SEMARANG REBORN”

C.       PERUMUSAN MASALAH



Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka perumusan masalah pada penulisan tugas ini adalah “Bagaimana merancang basis data penjualan yang mampu memberikan informasi yang cepat, tepat dan akurat agar dapat meningkatkan penjualan”.

D.    PEMBATASAN MASALAH
Mengingat luasnya ruang lingkup kegiatan dan usaha yang dilakukan CV. Semarang Reborn maka untuk penyusunan laporan tugas ini penulis menentukan batasan masalah pada perancangan basis data penjualan dengan menggunakan MySQL
                

E.  TUJUAN PENELITIAN

Dalam penelitian tugas ini, tujuan yang ingin dicapai oleh penulis adalah merancang suatu model basis data yang dapat membantu merancang penjualan pada CV. Semarang Reborn yang lebih optimal.

F.   MANFAAT PENELITIAN

Adapun manfaat yang dapat diambil dari penulisan Penelitian ini adalah  :

      1.  Bagi CV. Semarang Reborn
Sebagai bahan perbandingan atau acuan dari sistem penjualan ATK secara manual dan sistem penjualan ATK secara komputerisasi.

      2.  Bagi Akademik
            Untuk menambah perbendaharaan literatur perpustakaan. Serta sebagai bahan acuan dan dorongan bagi akademik serta menjadi tolak ukur keberhasilan dalam memberikan bekal ilmu kepada mahasiswa sebelum terjun dalam persaingan kerja.

3.   Bagi Penulis.
a.       Menambah pengetahuan dan mendapat pengalaman dalam pembuatan database komputer serta penerapanya dalam lingkup perusahaan.
b.      Untuk melengkapi persyaratan dalam mengikuti ujian akhir semester.

G.  STUDY PUSTAKA

1. Pengertian Basis Data
Basis data terdiri atas 2 kata, yaitu Basis dan Data. Basis kurang-lebih dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang/berkumpul sedangkan Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebaginya, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, symbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya.
Basis data dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang seperti:
  1. Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar nanti dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah.
  2. Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
  3. Kumpulan file / arsip / table yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronik.
Basis data sesungguhnya memiliki prinsip kerja dan tujuan. Prinsip utamanya adalah pengaturan data / arsip. Dan tujuan utamanya adalah kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan data / arsip. Yang sangat ditonjolkan dalam basis data adalah pengaturan / pemilihan / pengelompokan / pengorganisasian data yang akan kita simpan sesuai dengan fungsi / jenisnya.


2. Operasi Dasar Basis Data
Di dalam sebuah disk, basis data dapat diciptakan dan dapat pula dihilangkan. Di dalam sebuah disk dapat pula menempatkan beberapa (lebih dari satu) basis data. Sementara dalam sebuah basis data, kita dapat ditempatkan satu atau lebih file / table. Pada file atau table inilah data akan disimpan atau ditempatkan. Setiap basis data umumnya dibuat untuk mewakili sebuah semesta data yang spesifik, seperti: basis data kepegawaian, basis data akademik, basis data inventori dan sebagainya.
Operasi – operasi dasar yang dapat kita lakukan berkenaan dengan basis data dapat meliputi :
  1. Pembuatan basis data baru (create database)
  2. Penghapusan basis data (drop database)
  3. Pembuatan file / table baru ke suatu basis data (create table)
  4. Penghapusan file / table baru dari suatu basis data (drop table)
  5. Penambahan / pengisian data baru ke sebuah file /table di sebuah basis data (insert)
  6. Pengambilan data dari sebuah file / table (retrieve / search)
  7. Pengubahan data dari sebuah file / table (update)
  8. Penghapusan data dari sebuah file / table (delete)

3. Objektif Basis Data
Tujuan awal dan utama dalam pengelolaan data dalam sebuah basis data adalah agar kita dapat memperoleh / menemukan kembali data (yang kita cari) dengan mudah dan cepat. Disamping itu, pemanfaatan basis data untuk pengelolaan data, juga memiliki tujuan-tujuan lain. Adapun pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi sejumlah tujuan (objektif) antara lain :
  1. Kecepatan dan Kemudahan (Speed)
Pemanfaatan basis data memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data atau melakukan perubahan / manipulasi terhadap data atau menampilkan kembali data tersebut dengan lebih cepat dan mudah, dari pada jika kita menyimpan data secara manual.
  1. Efisiensi Ruang Penyimpanan (Space)
Karena keterkaiatan yang erat antar kelompok data dalam sebuah basis data maka pengulangan data akan selalu ada. Banyaknya pengulangan ini akan memperbesar ruang penyimpanan (baik di memori utama maupun memori sekunder) yang harus disediakan. Dengan basis data, efisiensi / optimalisasi penggunaan ruang penyimpanan dapat dilakukan, karena kita dapat melakukan penekanan jumlah redudansi data, baik dengan menerapkan sejumlah pengkodean atau dengan membuat relasi-relasi antar kelompok data yang saling berhubungan.
  1. Keakuratan (Accuracy)
Pemanfaatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data bersama dengan penerapan aturan / batasan tipe data, domain data, keunikan data, dan sebagainya yang secara ketat dapat diterapkan dalam sebuah basis data, angat berguna untuk menekan ketidak akuratan pemasukan / penyimpanan data.
  1. Ketersediaan (Availability)
Pertumbuhan data akan semakin membutuhkan ruang penyimpanan yang besar. Supaya terdapat ruang untuk penyimpanan maka perlu adanya pemilihan data. Data yang sudah jarang digunakan dapat diatur untuk dilepaskan dari system basis data yang sedang aktif  (mejadi off-line) baik dengan penghapusan atau dengan memindahkannya ke media penyimpanan off-line.
  1. Kelengkapan (Completeness)
Lengkap / tidaknya data yang kita kelola dalam sebuah basis data bersifat relatif (baik terhadap kebutuhan pemakai maupun terhadap waktu).
  1. Keamanan (Security)
Untuk system yang besar dan serius, aspek keamanan dalam penggunaan basis data diterapkan dengan ketat seperti penentuan pemakai yang dapat mengakses basis data beserta objek-objek didalamnya dan menentukan jenis-jenis operasi apa saja yang dapat dilakukan.
  1. Kebersamaan Pemakaian (Sharability)
Pemakai basis data seringkali tidak terbatas pada satu pemakai saja, atau di satu lokasi saja atau oleh satu sistem / aplikasi saja. Tetapi bias digunakan oleh banyak pemakai.

4. Sistem Basis Data
      Sistem adalah sebuah tatanan (keterpaduan) yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan satuan fungsi / tugas khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses / pekerjaan tertentu. Basis data hanyalah sebuah obyek yang pasif / mati. Basis data ada karena ada pembuatnya dan tidak akan berguna jika tidak ada pengelola / penggeraknya. Pengelola basis data adalah program / aplikasi. Gabungan antara basis data dan pengelola basis data tersebut akan menghasilkan sebuah sistem.
Sistem Basis  Data adalah sistem yang terdiri atas kumpulan file (table) yang saling berhubungan (dalam sebuah basis data disebuah sistem komputer) dan sekumpulan program (DBMS) yang memungkinkan beberapa pemakai dan atau program lain untuk mengakses dan memanipulasi file-file tersebut.
Komponen – komponen utama dalam sistem basis data adalah :
  1. Perangkat Keras (Hardware)
Perangkat keras yeng terdapat dalam sebuah sistem basis data adalah:
    • Komputer (satu sistem stand-alone atau lebih dari satu untuk sistem jaringan)
    • Memori sekunder yang on-line (Harddisk)
    • Memori sekunder yang off-line (Tape atau Removable Disk) untuk keperluan backup data
    • Media / perangkat komunikasi (untuk sistem jaringan)
  1. Sistem Operasi (Operating System)
Sistem operasi merupakan program yang mengaktifkan / memfungsikan sistem computer, mengendalikan seluruh sumber daya (resource) dalam computer dan melakukan operasi-operasi dasar dalam computer. Program pengelolaan basis data hanya dapat aktif jika sistem operasi yang dikehendakinya telah aktif.
  1. Basis Data (Database)
Sebuah sistem basis data dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis data dapat berisi / memiliki sejumlah objek basis data (seperti file / table, indeks, dan lain-lain). Disamping berisi / menyimpan data, setiap basis data juga mengandung / menyimpan definisi struktur (baik untuk basis data maupun objek-objek secara detail).
  1. Sistem Pengelola Basis Data (Database Management System / DBMS)
Pengelolaan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung tetapi ditangani oleh sebuah perangkat lunak (sistem) yang khusus / spesifik. Perangkat lunak inilah (DBMS) yang akan menentukan bagaimana data di organisasi, di simpan, di ubah dan di ambil kembali. DBMS juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama-sama, pemaksaan keakuratan / konsisensi data dan sebagainya.
  1. Pemakai (User)
Ada beberapa jenis / tipe pemakai terhadap suatu sistem basis data yang dibedakan berdasarkan cara berinteraksi terhadap sistem :
·         Programmer Aplikasi
Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulasi Language (DML), yang disertakan dalam program yang ditulis dalam bahasa pemrograman induk (seperti C, Pascal,Cobol, dll)
·         User Mahir(Casual User)
Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program. User mahir menyatakan query (untuk akses data) dengan bahasa query yang telah disediakan oleh suatu DBMS.
·         User Umum (End User / Naïve User)
Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program aplikasi permanen yang telah ditulis / disediakan sebelumnya.
·         User Khusus (Specialized User)
Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional, tetapi untuk keperluan-keperluan khusus, seperti untuk aplikasi AI, sistem pakar.

5. MySQL
MySQL adalah sebuah database server, dapat juga berperan sebagai client sehingga sering disebut database client / server, yang open source dengan kemampuan dapat berjalan baik OS (Operating System) maupun, dengan Platform Windows maupun Linux. Selain itu database ini memiliki beberapa kelebihan :
a.       MySQL sebagai Database Management System (DBMS ).
b.      MySQL sebagai Relation Database Management System (RDBMS).
c.       MySQL adalah sebuah software database yang OpenSource, artinya program ini bersifat free atau bebas digunakan oleh siapa saja tanpa harus membeli dan membayar lisensi kepada pembuatnya.
d.      MySQL merupakan sebuah database server, jadi dengan menggunakan database ini kita dapat menghubungkannya ke media internet sehingga dapat di akses dari jauh.
e.       MySQL merupakan sebuah database client. Selain menjadi server yang melayani permintaan, MySQL juga dapat melakukan query yang mengakses database pada server. Jadi MySQL juga dapat berperan sebagai client.
f.       MySQL mampu menerima query yang bertumpuk dalam satu permintaan atau yang disebut Multi-Threading.
g.      MySQL merupakan sebuah database yang mampu menyimpan data berkapasitas sangat besar hingga berukuran gigabyte sekalipun.
h.      MySQL didukung oleh driver ODBC, artinya database MySQL dapat diakses menggunakan aplikasi apa saja termasuk berupa visual seperti Delphi maupun Visual Basic.
i.        MySQL adalah database menggunakan enkripsi password. Jadi database ini cukup aman karena memiliki password untuk mengaksesnya.
j.        MySQL merupakan server database yang multi user, artinya database ini tidak hanya digunakan oleh sepihak akan tetapi merupakan database yang dapat digunakan oleh banyak pengguna.
k.      MySQL dapat menciptakan lebih dari 16 kunci per table, dan dalam satu kunci memungkinkan berisi belasan field (kolom).
l.        MySQL mendukung field yang dijadikan sebagai kunci primer dan kunci uniq (atau unique).
m.    MySQL didukung oleh sebuah component C dan perl API, sehingga database MySQL dapat diakses melalui program aplikasi yang berada dibawah protocol internet berupa Web. Biasanya aplikasi yang sering digunakan adalah PHP dan Perl.
n.      MySQL memiliki kecepatan dalam pembuatan table maupun peng-update-an table.
o.      MySQL menggunakan suatu bahasa permintaan standard yang bernama SQL (Structure Query Language) yaitu sebuah bahasa permintaan yang distandarkan pada beberapa database server seperti Oracle, PostGreSQL, dll.

6.      Penjualan
10 langkah agar dapat  meningkatkan penjualan:
1. Perlihatkan kepada calon customer kita bahwa kita begitu antusias
terhadap produk dan bisnis kta. Jika kita Antusias, maka mereka
pun akan antusias, karena antusias itu bersifat menular.
2. Akhiri E-mail penjualan ini dengan kata-kata close yang mantap.
Seperti bonus tambahan, harga diskon, pengingat praktis, dan
deadlineorder,dsb.
3. Tenteramkan customer kita yang melakukan komplain. Berikan jaminan refund dari uang mereka, atau berikan mereka diskon, berikan mereka bonus, berikan mereka solusinya atas masalah tsb, dsb.
4. Buat sedemikian rupa agar customer merasa tertarik terhadap bisnis
ini sehingga mereka akan menceritakan hal itu kepada rekan-rekan
bisnis yang lain. Berikan mereka sesuatu yang gratis juga menarik
sebagaibonus,atausejenisnya.
5. Tumbuhkan keyakinan ekstra pada prospek ini sehingga mereka kelak
akan membeli dari kita. Gunakan referensi yang baik dari orang-orang
yang telah menjadi kastemer Anda, sehingga mereka bisa melihat siapa
saja yang telah menjadi customer kita, berikan juga jaminan atau
garansi kepada mereka, dan sebagainya.
6. Buat pada situs web ini opt-in list sehingga pengunjung situs Anda
dapat mendaftarkan diri untuk mendapatkan e-books, software, kontest,
atau sesuatu yang gratis yang dapat ditukar dengan alamat e-mail
mereka, karena secara psikologi mereka lebih suka mendapat sesuatu
yang bagus gratis walaupun mereka sanggup membelinya.
7. Jangan lupa prinsip aturan 80-20, artinya 80% dari isi situs Anda
harus berisi informasi atau hal-hal yang disukai secara umum bagi
para pengunjung sedangkan sisanya 20 % atau kurang berisi profil
perusahaan serta produk atau jasa yang kita pasarkan.
8. Upayakan apabila customer membeli sesuatu dari perusahaan kita, mereka
mendapatkan sebagian atau sedikit dari apa yang mereka pesan hal
itu bisa dalam bentuk sesuatu yang mereka bisa dapatkan secara
online.
9. Tulis sebuah artikel ke sebuah penerbit dari suatu newsletter online,
Dan hendaklah hal itu dalam bentuk artikel yang bersifat informasi
jangan bersifat iklan.
10. Perlihatkan kepada prospek kita, bahwa kitaadalah seorang yang pakar di bidangnya,
karena hal tsb dapat meyakinkan mereka. kita dapat
menerbitkan sebuah artikel, menulis sebuah ebook, dan sejenisnya.

 

H.  METODOLOGI PENELITIAN

Metode Penelitian merupakan suatu cara atau prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan, mengolah, serta menganalisa data dengan teknik tertentu. Metode yang akan digunakan dalam penyusunan Penelitian ini adalah sebagai berikut :
  1. Obyek penelitian
Obyek penelitian yang ditentukan adalah bagian penjualan pada CV. Semarang Reborn Semarang.
  1. Jenis Data
Jenis Data yang dikumpulkan dalam penulisan Laporan Tugas ini,yaitu :
a.       Data Primer
Data yang diperoleh dari wawancara dengan pihak yang bersangkutan atau observasi (pengamatan langsung)
Contoh :  Data barang, data pegawai,  dan lain-lain.
b.      Data Sekunder
      Data yang diperoleh bukan dari hasil observasi maupun wawancara tetapi didapat dari sumber lain seperti buku, majalah dan lain-lain.
Contoh : Teori tentang sistem basis data, teori tentang MySQL, dan lain sebagainya.
3.   Metode Pengumpulan Data
a.   Interview (wawancara)
      Cara pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab langsung dengan bagian administrasi, mengenai prosedur penjualan barang.
b.   Survei
      Cara pengumpulan data dengan melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematik tentang gejala yang diselidiki baik secara langsung maupun tidak langsung pada CV. Semarang Reborn.
c.   Studi Analisis Data
Merupakan metode pengumpulan data yang diperoleh dengan jalan mencatat dan menyalin beberapa dokumen atau arsip data yang ada hubungannya dengan masalah yang penulis bahas.
4.   Tahap–tahap pembangunan sistem
Pada tahap ini dilakukan analisa terhadap obyek yang diteliti. Kegiatan yang dilakukan adalah:

1.      Analisis system
Langkah–langkah analisis sistem adalah sebagai berikut  :
    1. Mengidentifikasi kendala-kendala yang di hadapi oleh pihak CV. Semarang Reborn (wawancara dengan bagian administrasi atau pimpinan).
    2. Mempelajari  sistem yang berjalan (prosedur, struktur), di  CV. Semarang Reborn yang berkaitan dengan  data penjualan barang.
    3. Mencari penyebab dan sumber masalah.
    4. Merumuskan solusi yang ditawarkan.
    5. Identifikasi kebutuhan informasi atau laporan (dengan menanyakan kebutuhan informasi kepada administrasi atau pimpinan.
2.  Desain Sistem
langkah–langkah dasar yang harus dilakukan dalam tahap desain sistem adalah  :
a.   Memodelkan sistem baru secara umum, alat analisis yang dipakai adalah DFD yang meliputi  contex diagram, dekomposisi diagram, DFD Level.
b.  Mendesain  database, dalam mendesain database langkah–langkah yang harus digunakan adalah  :
a.       Membuat  diagram relasi entitas.
b.      Menguji normalisasi.
c.       Membuat relasi tabel.
d.      Membuat kamus data.
c.       Mendesain tampilan input, yaitu tampilan layar yang digunakan untuk memasukkan data.
d.      Mendesain tampilan output, yaitu tampilan baik laporan yang mempunyai cetak dari informasi atau laporan yang dihasilkan sistem.


3.  Implementasi Sistem
a.    Pemrograman
Dalam pembuatan program Tugas Akhir ini penulis menggunakan MySQL.
b.   Rencana Implementasi Sistem antara lain :
1.      Pengadaan Hardware
2.      Installasi Hardware dan software
3.      Training
4.      Pengujian Sistem
5.      Change Over (konversi sistem).
4.   Sistem Operasi.
Disini dilakukan penerapan sistem dan dilanjutkan dengan pemeliharaan sistem..


I.    JADWAL PENELITIAN



No

Jenis Kegiatan
Waktu

Maret
April
Mei
Juni

I
II
III
IV
I
II
III
IV
I
II
III
IV
I
II
III
IV
1
Survei ke cv.semarang reborn
















2
Analisa
















3
Desain
















4
Implementasi
















5
Persiapan uji coba
















6
Uji coba desain
















7
Testing akhir
















8
Pemeliharaan











































J.   DAFTAR PUSTAKA


Fathansyah. Ir, Basis Data, Penerbit Informatika Bandung,1999
Nugroho Bunafit, Database Relasional dengan MySQL, Penerbit Andi Offset, yogyakarta, 2004
Jogiyanto. HM, Analisa dan Desain Sistem Informasi, Penerbit PT. Elex Media Komputindo, Jakarta, 2000
Raymond McLeod, Jr., Sistem Informasi Manajemen,2001
Penjualan.com
                    























PROPOSAL

“PERANCANGAN BASIS DATA PENJUALAN ATK PADA CV. SEMARANG REBORN”







DISUSUN OLEH :

 KRISTINA ELYANI Y.
 A12.2007.02873





FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS DIANUSWANTORO
SEMARANG
2009