Empat Tahapan Pengembangan
Tahap 1: Pengembangan Arsitektur EC
· Arsitektur EC: Rancangan organisasi aplikasi dan infrastruktur situs EC
Komponen arsitektur:
o Visi dan tujuan bisnis situs
o Peta aliran informasi dan data
o Modul-modul aplikasi yang memproses dan mengelola data serta informasi tsb.
o Software dan hardware yang menjalankan aplikasi-aplikasi tsb.
o Panduan implementasi arsitektur tsb.
Tahap 2: Menentukan strategi pengembangan
· Mengembangkan sendiri (in-house)
o Dari nol atau dengan mengkustomisasi modul-modul komersial
· Outsourcing dari pihak lain
o Dioperasikan oleh perusahaan ASP
o Menumpang situs Web perusahaan lain
o “Menyewa tempat” pada portal e-Market
o
· Kombinasi keduanya
Tahap 3: Instalasi, testing, dan pengoperasian aplikasi EC
· Menghubungkan aplikasi dengan sistem-sistem back-end: database, aplikasi-aplikasi lain/eksternal, dan ke situs Web lain.
· Testing secara bertahap: dari test per modul, sampai test keseluruhan sistem.
Tahap 4: Operasi dan pemeliharaan
· Situs akan di-update secara terus menerus, misal:
o Produk-produk baru ditambahkan pada katalog
o Daftar harga-harga disesuaikan
o Iklan dan promosi baru dipublikasikan
· Setiap perubahan harus melalui testing sebagaimana pada tahap instalasi
Secure Socket Layer (SSL)
o Secure Socket Layer (SSL) adalah protokol yang digunakan untuk browsing web secara aman.
o SSL bertindak sebagai protokol yang mengamankan komunikasi antara client dan server.
o SSL dikembangkan oleh Netscape Communations pada tahun 1994.
o Ada beberapa versi SSL, versi 2 dan versi 3, tetapi versi 3 paling banyak digunakan saat ini.
o SSL beroperasi antara protokol komunikasi TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) dan aplikasi
o IP bertanggung jawab untuk merutekan paket (lintasan yang dilalui oleh paket).
o Pada sisi penerima, TCP memastikan bahwa suatu paket sudah sampai, menyusunnya sesuai nomor urut, dan menentukan apakah paket tiba tanpa mengalami perubahan.
o Jika paket mengalami perubahan atau ada data yang hilang, TCP meminta pengiriman ulang.
o TCP/IP tidak dapat mengetahui jika pesan diubah oleh pihak ketiga (man-in-the-middle attack).
o SSL membangun hubungan (connection) yang aman antara dua socket, sehingga pengiriman pesan antara dua entitas dapat dijamin keamanannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar